Semarang 21/7– Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melanjutkan rangkaian ACQUIN International Accreditation Site Visit dengan memasuki asesmen Klaster 2 yang berlangsung pada Selasa–Rabu (21–22 Juli 2026). Sebanyak 13 program studi mengikuti asesmen internasional yang dipusatkan di Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Walisongo, disertai kunjungan lapangan oleh para asesor dari berbagai negara.
Program studi yang menjalani asesmen meliputi Program Studi Pendidikan Agama Islam Magister, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab Magister, Pendidikan Bahasa Arab, Manajemen Pendidikan Islam Magister, Manajemen Pendidikan Islam, Aqidah dan Filsafat Islam, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Magister, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Ilmu Seni dan Arsitektur Islam, Studi Agama-Agama, Ilmu Agama Islam, serta Studi Islam.
Proses asesmen dilakukan oleh tim pakar internasional yang memiliki kompetensi sesuai bidang keilmuan masing-masing. Bidang Pendidikan Agama Islam dinilai oleh Prof. Dr. Harry Harun Behr (Goethe University Frankfurt, Jerman), Pendidikan Bahasa Arab oleh Prof. Dr. Sebastian Maisel (University of Leipzig, Jerman), dan Manajemen Pendidikan Islam oleh Prof. Dr. Ednan Aslan (University of Vienna/IITS, Austria).
Sementara itu, bidang Teologi dan Filsafat Islam dinilai oleh Prof. Dr. Tuğrul Kurt (University of Vienna/IITS, Austria), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir oleh Prof. Dr. Roberto Tottoli (University Napoli L’Orientale, Italia), Studi Agama dan Studi Islam oleh Assoc. Prof. Majid Daneshgar (Center for Southeast Asian Area Studies, Kyoto University, Jepang), serta Program Doktor Studi Islam oleh Prof. Dr. Serena Tolino (University of Bern, Swiss). Adapun bidang Seni dan Arsitektur Islam dinilai oleh Prof. Christina Eviutami Mediastika dari Universitas Ciputra Surabaya.
Selain akademisi, ACQUIN juga menghadirkan Sabine Gothe, IT Consultant dari Skygate GmbH, Jerman, sebagai perwakilan dunia profesional, serta Elisa Garcia Knief, mahasiswa Program Master of Education di Leibniz University Hannover, Jerman, sebagai perwakilan mahasiswa. Keterlibatan para asesor dari berbagai negara dan latar belakang tersebut menunjukkan bahwa penilaian ACQUIN dilakukan secara komprehensif, meliputi aspek akademik, tata kelola, relevansi kurikulum, keterlibatan pemangku kepentingan, hingga pengalaman belajar mahasiswa.
Pelaksanaan Klaster 2 merupakan kelanjutan dari asesmen Klaster 3 dan Klaster 1 yang telah dilaksanakan sebelumnya. Dalam proses ini, tim asesor melakukan penilaian terhadap berbagai aspek, meliputi tata kelola perguruan tinggi, kurikulum, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sistem penjaminan mutu, hingga layanan pendukung yang dimiliki UIN Walisongo.
Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo Semarang, Dr. Mulyatun, M.Si., menyampaikan bahwa akreditasi internasional menjadi bagian dari komitmen universitas dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan sekaligus memperkuat pengakuan internasional terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Proses asesmen ini bukan sekadar evaluasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi universitas untuk terus menyempurnakan sistem penjaminan mutu. Berbagai masukan dari asesor akan menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas tata kelola, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta layanan akademik sesuai standar internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Walisongo Career Center (WCC) UIN Walisongo Semarang, Nasrul Fahmi Zaki Fuadi, M.Si., menjelaskan bahwa layanan pengembangan karier mahasiswa dan alumni turut menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam asesmen internasional. Menurutnya, keberadaan WCC menunjukkan komitmen universitas dalam menyiapkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.
“WCC terus memperkuat layanan pendampingan karier melalui tracer study, bimbingan karier, pelatihan kesiapan kerja, pengembangan kompetensi, hingga kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan berbagai institusi. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja sekaligus menjadi indikator kualitas luaran pendidikan di UIN Walisongo,” jelasnya.
Melalui asesmen Klaster 2 ini, UIN Walisongo berharap seluruh rangkaian penilaian berjalan dengan baik serta semakin memperkuat langkah universitas dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi Islam bereputasi internasional yang unggul dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola kelembagaan.


