Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan reputasi dan visibilitas di tingkat global. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan kunjungan dan benchmarking peningkatan pemeringkatan internasional ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Kegiatan benchmarking ini difokuskan pada pembelajaran dan pertukaran pengalaman terkait strategi peningkatan posisi perguruan tinggi dalam berbagai pemeringkatan internasional, khususnya QS World University Rankings (QS WUR) dan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR).
Rombongan UIN Walisongo Semarang dipimpin oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dr. Saminanto, M.Sc. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Pusat Akreditasi, Sertifikasi, dan Pemeringkatan LPM, Kepala Walisongo Career Center, Sekretaris LPM, perwakilan Tim LP2M, serta Tim Pemeringkatan UIN Walisongo Semarang.
Rombongan UIN Walisongo diterima oleh jajaran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hadir dalam kesempatan tersebut Dr. Abdul Qoyum, S.E.I., M.Sc.Fin. selaku Ketua LPPM, Dr. Moh. Mufid selaku Koordinator Pusat Penelitian dan Penerbitan, serta Ir. Trio Yonathan Teja Kusuma, S.T., M.T., IPM. selaku Koordinator Pusat Pemeringkatan dan SDGs.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif dengan agenda utama berbagi pengalaman, strategi, serta praktik baik dalam pengelolaan data dan peningkatan kinerja institusi untuk mendukung pemeringkatan internasional.
Ketua LPM UIN Walisongo Semarang, Dr. Saminanto, M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking merupakan bagian dari upaya UIN Walisongo untuk terus belajar dan memperkuat strategi institusional dalam menghadapi kompetisi pendidikan tinggi di tingkat global.
Menurutnya, pemeringkatan internasional tidak semata-mata berkaitan dengan posisi atau angka peringkat, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi untuk melihat sejauh mana kualitas institusi, reputasi akademik, kualitas penelitian, jejaring internasional, keberlanjutan, dan dampak perguruan tinggi dapat terus ditingkatkan.
“Benchmarking ini menjadi kesempatan penting bagi UIN Walisongo untuk belajar dari pengalaman UIN Sunan Kalijaga dalam mengelola dan mengembangkan strategi pemeringkatan internasional. Kami berharap praktik baik yang diperoleh dapat menjadi bahan penguatan strategi dan tata kelola pemeringkatan di UIN Walisongo,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, kedua institusi membahas berbagai aspek penting yang berkaitan dengan QS WUR dan THE WUR, mulai dari tata kelola kelembagaan pemeringkatan, pengelolaan dan validasi data, strategi peningkatan reputasi akademik dan reputasi pemberi kerja, penguatan publikasi dan sitasi, peningkatan jejaring internasional, hingga pentingnya kolaborasi lintas unit dalam memenuhi indikator-indikator pemeringkatan.
Kepala Pusat Akreditasi, Sertifikasi, dan Pemeringkatan LPM UIN Walisongo Semarang, Dr. Anila Umriana, M.Pd. bersama tim juga melakukan diskusi mendalam mengenai mekanisme pengumpulan dan pemutakhiran data, pembagian peran antarunit, serta strategi membangun sistem pendukung pemeringkatan yang berkelanjutan.
Salah satu perhatian utama dalam benchmarking tersebut adalah pentingnya membangun ekosistem pemeringkatan yang tidak hanya bergantung pada satu unit kerja. Peningkatan peringkat internasional membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, termasuk pimpinan universitas, fakultas, program studi, unit penelitian, pusat karier, unit kerja sama internasional, serta seluruh sivitas akademika.
Dalam konteks QS WUR, diskusi antara kedua institusi mencakup berbagai pengalaman dalam memperkuat indikator reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, luaran penelitian, sitasi, internasionalisasi, dan kualitas jejaring akademik. Sementara terkait THE WUR, pembahasan diarahkan pada strategi pengelolaan data institusional, penguatan lingkungan pembelajaran, kualitas dan dampak penelitian, transfer pengetahuan, serta perspektif internasional.
Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga, Dr. Abdul Qoyum, S.E.I., M.Sc.Fin., menyambut baik kunjungan dan benchmarking yang dilakukan UIN Walisongo Semarang. Menurutnya, peningkatan pemeringkatan internasional memerlukan proses yang sistematis, konsisten, dan didukung oleh koordinasi data yang kuat.
Kegiatan pemeringkatan, menurutnya, perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi penguatan kualitas institusi secara keseluruhan. Data yang dilaporkan dalam pemeringkatan harus mencerminkan kinerja nyata universitas dan didukung oleh sistem dokumentasi serta tata kelola yang baik.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Moh. Mufid selaku Koordinator Pusat Penelitian dan Penerbitan turut berbagi pengalaman mengenai pentingnya penguatan ekosistem riset dan publikasi sebagai salah satu fondasi penting dalam meningkatkan visibilitas akademik institusi.
Sementara itu, Ir. Trio Yonathan Teja Kusuma, S.T., M.T., IPM., selaku Koordinator Pusat Pemeringkatan dan SDGs, memaparkan pengalaman dan praktik pengelolaan pemeringkatan yang dilakukan di UIN Sunan Kalijaga. Diskusi mencakup pentingnya pemetaan indikator, pengelolaan basis data, koordinasi lintas unit, serta penyusunan strategi berdasarkan indikator yang menjadi perhatian dalam berbagai lembaga pemeringkatan internasional.
Selain menjadi ruang pembelajaran, kunjungan benchmarking ini juga memperkuat semangat kolaborasi antarperguruan tinggi Islam negeri dalam meningkatkan daya saing dan reputasi pendidikan tinggi Indonesia di tingkat global.
Kegiatan benchmarking ini menjadi bagian dari komitmen UIN Walisongo Semarang untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dan memperkuat transformasi menuju perguruan tinggi Islam yang unggul, bereputasi, dan berdaya saing di tingkat internasional.


