Semarang – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau melakukan kunjungan dan benchmarking ke Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, khususnya ke Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), untuk mempelajari proses persiapan dan pelaksanaan akreditasi internasional oleh Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute (ACQUIN), Senin 31 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya UIN Sultan Syarif Kasim Riau dalam memperkuat tata kelola penjaminan mutu serta mempersiapkan strategi pengembangan akreditasi internasional di lingkungan perguruan tinggi.
Delegasi UIN Sultan Syarif Kasim Riau dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Alex Wenda, S.T., M.Eng. Turut hadir dalam rombongan tersebut unsur tim keuangan dan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau.
Rombongan diterima di Ruang Sidang Lantai 3 Gedung Kyai Sholeh Darat oleh jajaran Lembaga Penjaminan Mutu UIN Walisongo Semarang, di antaranya Ketua Lembaga Penjaminan Mutu, Dr. Saminanto, M.Sc., Kepala Pusat Akreditasi, Sertifikasi, dan Pemeringkatan, Dr. Anila Umriana, M.Pd., serta Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan, Nuryanta, M.M. Kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah tim LPM UIN Walisongo Semarang yang terlibat dalam proses persiapan dan pelaksanaan akreditasi internasional ACQUIN.
Dalam forum sharing dan benchmarking tersebut, UIN Walisongo Semarang berbagi pengalaman mengenai perjalanan persiapan akreditasi internasional ACQUIN, mulai dari tahap perencanaan awal, pembentukan struktur dan tim kerja, koordinasi dengan fakultas dan program studi, penyusunan dokumen Self Assesment Report (SAR), pemenuhan dan konsistensi evidence, hingga persiapan pelaksanaan asesmen dan visitasi oleh panel asesor internasional.

Salah satu topik yang mendapat perhatian khusus dalam diskusi adalah perencanaan dan pengelolaan anggaran akreditasi internasional. Mengingat proses akreditasi internasional melibatkan berbagai tahapan dan kebutuhan, pengelolaan anggaran menjadi salah satu aspek penting yang perlu dirancang secara matang sejak awal.
UIN Walisongo Semarang membagikan pengalaman dalam menyusun strategi penganggaran secara terencana dan terintegrasi, mulai dari kebutuhan administrasi dan biaya asesmen, persiapan dokumen, koordinasi lintas unit, pendampingan program studi, hingga kebutuhan pendukung dalam pelaksanaan visitasi internasional. Diskusi juga mencakup mekanisme koordinasi antara LPM, unit perencanaan dan keuangan, pimpinan universitas, fakultas, dan program studi agar pelaksanaan akreditasi dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan perencanaan institusi.
Kepala LPM UIN Walisongo Semarang, Dr. Saminanto, M.Sc., menyampaikan bahwa akreditasi internasional bukan hanya persoalan menyiapkan dokumen untuk menghadapi asesmen, tetapi merupakan bagian dari penguatan budaya mutu dan tata kelola institusi secara berkelanjutan.
“Proses akreditasi internasional membutuhkan komitmen bersama dari seluruh unit. Persiapan harus dilakukan secara sistematis, mulai dari perencanaan, penyediaan data dan dokumen, penguatan implementasi standar, hingga kesiapan sumber daya dan pembiayaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Akreditasi, Sertifikasi, dan Pemeringkatan LPM UIN Walisongo Semarang, Dr. Anila Umriana, M.Pd., memaparkan pengalaman teknis UIN Walisongo dalam mengawal proses akreditasi ACQUIN dari tahap persiapan hingga pelaksanaan visitasi.
Menurutnya, keberhasilan proses tersebut sangat dipengaruhi oleh perencanaan yang matang, pembagian tugas yang jelas, koordinasi yang intensif, serta konsistensi antara dokumen yang disusun dengan implementasi yang berlangsung di tingkat universitas, fakultas, dan program studi.
“Pengalaman kami menunjukkan bahwa proses persiapan perlu dipandang sebagai sebuah siklus yang terintegrasi. Mulai dari pemetaan kesiapan, penyusunan dokumen, pengumpulan evidence, pendampingan, simulasi, hingga persiapan visitasi. Seluruh proses tersebut membutuhkan dukungan tata kelola dan perencanaan anggaran yang kuat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Dr. Alex Wenda, S.T., M.Eng., bersama tim keuangan dan LPM secara aktif menggali pengalaman UIN Walisongo, khususnya terkait strategi pengelolaan sumber daya dan pembiayaan dalam mendukung pelaksanaan akreditasi internasional.
Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai pengalaman praktis dan tantangan yang dihadapi selama proses persiapan hingga visitasi ACQUIN. Kedua institusi juga bertukar pandangan mengenai pentingnya kolaborasi antara unit penjaminan mutu, perencanaan, keuangan, fakultas, dan program studi dalam memastikan program akreditasi internasional dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Kegiatan benchmarking ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bersama dan memperkuat jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi Islam negeri dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di tingkat internasional.

Melalui berbagi pengalaman dan praktik baik tersebut, UIN Sultan Syarif Kasim Riau diharapkan memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai tahapan persiapan, tata kelola, serta perencanaan dan pengelolaan anggaran akreditasi internasional. Di sisi lain, UIN Walisongo Semarang terus berkomitmen untuk membuka ruang kolaborasi dan berbagi praktik baik dalam pengembangan sistem penjaminan mutu dan penguatan reputasi pendidikan tinggi di tingkat global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *