Semarang 22/7 – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo Semarang terus mengawal pelaksanaan ACQUIN International Accreditation Site Visit yang memasuki hari kedua asesmen Klaster 2 pada Rabu (22/7/2026). Salah satu agenda utama dalam rangkaian asesmen tersebut adalah Campus Tour, yang menjadi media bagi para asesor internasional untuk memverifikasi implementasi sistem penjaminan mutu melalui berbagai fasilitas akademik dan layanan pendukung yang dimiliki UIN Walisongo.
Selama lebih dari satu jam, para asesor mengunjungi sejumlah fasilitas strategis, di antaranya Laboratorium Microteaching, Perpustakaan Pusat, Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD), Laboratorium Islam dan Sains (ISAI), serta berbagai sarana pembelajaran lainnya. Kunjungan ini menjadi bagian dari proses verifikasi lapangan terhadap dokumen, data, dan paparan yang telah disampaikan pada sesi asesmen sebelumnya, sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai implementasi paradigma Unity of Sciences dalam penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi.
Asesmen Klaster 2 mencakup 13 program studi yang berada di bawah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM), serta Pascasarjana, yaitu Program Studi Pendidikan Agama Islam Magister, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab Magister, Pendidikan Bahasa Arab, Manajemen Pendidikan Islam Magister, Manajemen Pendidikan Islam, Aqidah dan Filsafat Islam, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Magister, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Ilmu Seni dan Arsitektur Islam, Studi Agama-Agama, Ilmu Agama Islam, dan Studi Islam.
Kepala Pusat Admisi LPM UIN Walisongo Semarang, Dr. Sayyidatul Fadlilah, M.Pd., menjelaskan bahwa sistem penerimaan mahasiswa merupakan pintu awal dalam membangun budaya mutu. Menurutnya, LPM terus mendorong penguatan sistem admisi yang objektif, transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi sehingga mampu menghasilkan input mahasiswa yang berkualitas serta mendukung tata kelola perguruan tinggi yang unggul.
Sementara itu, Kepala Pusat Audit Mutu Internal LPM UIN Walisongo Semarang, Dr. Joko Budi Purnomo, menegaskan bahwa Campus Tour menjadi bagian penting dalam proses asesmen karena memberikan kesempatan kepada para asesor untuk melihat secara langsung kesesuaian antara standar yang terdokumentasi dengan implementasi di lapangan. Menurutnya, hasil asesmen akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan mendorong budaya continuous quality improvement di seluruh unit.
Senada dengan itu, Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran LPM UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Fahrurrozi, menyampaikan bahwa salah satu fokus penting dalam asesmen ACQUIN adalah kualitas kurikulum dan proses pembelajaran. Menurutnya, akreditasi internasional menjadi momentum untuk memastikan kurikulum yang dikembangkan telah selaras dengan standar global, berorientasi pada Outcome-Based Education (OBE) dan learning outcomes, serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing internasional. Berbagai rekomendasi dari asesor akan menjadi dasar penyempurnaan kurikulum dan inovasi pembelajaran secara berkelanjutan.
Rangkaian asesmen hari kedua dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama tenaga kependidikan, pimpinan biro, pengelola program studi, dan dosen sebelum ditutup melalui Feedback Meeting bersama pimpinan universitas. LPM optimistis seluruh proses asesmen yang telah berlangsung tidak hanya mendukung pencapaian akreditasi internasional ACQUIN, tetapi juga semakin memperkuat implementasi budaya mutu, pengembangan kurikulum, serta sistem penjaminan mutu berkelanjutan di UIN Walisongo sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional.


