SEMARANG — Walisongo Career Center (WCC) UIN Walisongo Semarang sukses menyelenggarakan Alumni Sharing Session Edisi 01 bertajuk “How to Win a Scholarship: Rahasia Lolos Beasiswa S2” pada Senin (3/8) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Tata Ayu Ma’rufah, alumni Program Studi Akuntansi Syariah UIN Walisongo angkatan 2021 yang saat ini menempuh studi Magister Akuntansi Syariah Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program beasiswa.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal sesi, mengingat strategi lolos beasiswa S2 menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari mahasiswa tingkat akhir dan alumni yang ingin melanjutkan studi ke jenjang magister.
Mengenal Jenis Beasiswa S2 Internal dan Eksternal
Dalam pemaparannya, narasumber membagikan pengalaman memperoleh beasiswa serta memperkenalkan berbagai jenis beasiswa S2, baik internal dari perguruan tinggi tujuan maupun eksternal seperti beasiswa pemerintah dan lembaga mitra. Menurutnya, memahami karakteristik setiap skema beasiswa merupakan langkah awal untuk menentukan strategi pendaftaran yang tepat.
Strategi Lolos Beasiswa S2: Persiapan Sejak Jauh Hari
Tata Ayu menekankan bahwa strategi lolos beasiswa S2 harus dimulai jauh sebelum pendaftaran dibuka. Beberapa langkah kunci yang ia bagikan meliputi:
- Aktif mencari informasi beasiswa dari kanal resmi dan komunitas penerima beasiswa.
- Menyusun esai dengan unique selling point yang membedakan pendaftar dari kandidat lain.
- Melengkapi persyaratan administrasi secara teliti dan tepat waktu.
- Mempersiapkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris dan akademik sebagai syarat wajib sebagian besar beasiswa.
Rancang Perjalanan Akademik Sejak Semester Awal
Selain aspek teknis pendaftaran, Tata Ayu memotivasi peserta agar mulai merancang perjalanan akademik sejak semester awal, di antaranya dengan menyusun target studi lanjut, menyiapkan topik penelitian, memanfaatkan teknologi AI sebagai pendukung proses penulisan, serta membangun proyeksi karier yang dituangkan dalam esai beasiswa.
Pesan Inspiratif: “Durung Wayahe”, Bukan Gagal
Menutup sesi, ia menyampaikan pesan inspiratif kepada para peserta, “Bunga yang dipetik hari ini tidak ditanam kemarin sore,” sebagai pengingat bahwa setiap keberhasilan merupakan hasil dari proses panjang, persiapan yang matang, dan konsistensi dalam berusaha. Ia juga mengajak peserta untuk tidak berkecil hati ketika menghadapi kegagalan, karena dalam proses meraih impian, “Jawa tidak menyebutnya gagal, tapi durung wayahe.”
Melalui kegiatan ini, Walisongo Career Center berharap semakin banyak mahasiswa dan alumni UIN Walisongo yang termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister melalui berbagai peluang beasiswa, sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.
Informasi kegiatan WCC selanjutnya dapat diikuti melalui laman resmi Walisongo Career Center dan akun Instagram @wcc.official.


