Semarang — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo Semarang menggelar Ekspose Hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Mutu Perkuliahan Awal Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027, Rabu (23/9/2026). Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pukul 09.00–11.30 WIB dan diikuti Wakil Dekan I, Ketua dan Sekretaris Gugus Penjaminan Mutu (GPM), Ketua dan Sekretaris Gugus Kendali Mutu (GKM), serta Ketua dan Sekretaris Program Studi di lingkungan UIN Walisongo.
Ekspose dilaksanakan setelah rangkaian Monev mutu perkuliahan awal semester gasal selesai. Kegiatan ini menjadi forum penyampaian hasil pemantauan sekaligus pemberian feedback dan rekomendasi kepada unit terkait sebagai bahan evaluasi dan perbaikan penyelenggaraan pembelajaran.
Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran, Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan ekspose memiliki dua tujuan utama, yaitu mengetahui tingkat kesiapan perkuliahan semester gasal 2026/2027 dan memberikan feedback serta rekomendasi untuk perbaikan awal perkuliahan pada semester berikutnya, sehingga proses Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) dapat berjalan dengan baik.
“Tujuan ekspose hasil Monev awal kuliah ini adalah untuk mengetahui tingkat kesiapan perkuliahan semester gasal 2026/2027 dan memberikan feedback serta rekomendasi untuk perbaikan awal perkuliahan pada semester berikutnya, sehingga proses PPEPP berjalan dengan baik,” ujar Prof. Fahrurrozi.

Empat Komponen Evaluasi Awal Perkuliahan
Monev awal perkuliahan mencakup empat komponen utama, yaitu kesiapan jadwal kuliah, kesiapan sarana dan prasarana perkuliahan, kesiapan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta kesiapan dan kehadiran dosen dan mahasiswa pada minggu pertama perkuliahan.
Kesiapan jadwal dievaluasi untuk memastikan pengaturan waktu perkuliahan dapat mendukung pelaksanaan pembelajaran sejak awal semester. Sementara itu, kesiapan sarana dan prasarana mencakup dukungan fasilitas yang diperlukan dalam proses perkuliahan.
Komponen berikutnya adalah kesiapan RPS sebagai dokumen perencanaan pembelajaran. RPS menjadi salah satu acuan bagi dosen dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Adapun kesiapan dan kehadiran dosen serta mahasiswa pada minggu pertama menjadi indikator awal pelaksanaan pembelajaran secara aktual.
Keempat komponen tersebut memberikan gambaran mengenai kesiapan perkuliahan dari aspek perencanaan, fasilitas, perangkat pembelajaran, dan pelaksanaan awal. Hasil evaluasi kemudian dapat digunakan oleh unit terkait untuk mengidentifikasi aspek yang perlu dipertahankan, diperbaiki, maupun ditindaklanjuti.
Menurut Prof. Fahrurrozi, hasil Monev perlu ditempatkan sebagai bagian dari siklus penjaminan mutu, bukan sekadar laporan mengenai kondisi perkuliahan. Feedback dan rekomendasi yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar bagi unit terkait untuk melakukan perbaikan pada tahap berikutnya.
Keterlibatan Wakil Dekan I, GPM, GKM, dan program studi dalam ekspose tersebut memperkuat koordinasi lintas unit dalam pengelolaan mutu akademik. Hasil Monev diharapkan menjadi informasi bersama yang dapat digunakan untuk melakukan evaluasi, pengendalian, dan tindak lanjut sesuai tugas serta kewenangan masing-masing.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.30 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya mutu di UIN Walisongo. Melalui feedback, rekomendasi, dan tindak lanjut yang terintegrasi dalam siklus PPEPP, hasil Monev diharapkan dapat mendukung perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pembelajaran.