Semarang, 15 Juli 2026 – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo Semarang melalui Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran menggelar Ekspose Hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Mutu Perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini dihadiri oleh Wakil Dekan I, Sekretaris Pascasarjana, Ketua dan Sekretaris Gugus Penjaminan Mutu (GPM), Ketua dan Sekretaris Gugus Kendali Mutu (GKM), serta Ketua dan Sekretaris Program Studi dari seluruh fakultas di lingkungan UIN Walisongo.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran LPM UIN Walisongo, Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Ag., sebagai tindak lanjut atas selesainya rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) mutu perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Forum ini menjadi media untuk menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran sekaligus menyusun langkah strategis dalam meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan.

Ekspose yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.30 WIB tersebut memiliki dua tujuan utama. Pertama, mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pelaksanaan perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di UIN Walisongo melalui hasil monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan. Kedua, memberikan umpan balik (feedback) dan rekomendasi perbaikan kepada fakultas dan program studi sebagai dasar penyempurnaan proses pembelajaran pada semester berikutnya, sehingga siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dapat berjalan secara optimal.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Ag. menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan instrumen penting dalam membangun budaya mutu di perguruan tinggi. Menurutnya, suara mahasiswa sebagai pengguna utama layanan pendidikan harus menjadi perhatian utama dalam setiap upaya peningkatan kualitas pembelajaran.

“Kepuasan mahasiswa merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur kualitas layanan akademik. Karena itu, hasil monitoring dan evaluasi harus dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program perbaikan agar proses pembelajaran semakin efektif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, tim GPM memaparkan hasil monitoring yang dihimpun oleh GKM dari berbagai aspek penyelenggaraan perkuliahan, termasuk pelaksanaan proses pembelajaran, layanan akademik, implementasi kurikulum, serta pengalaman belajar mahasiswa selama satu semester. Hasil evaluasi tersebut kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi capaian, tantangan, dan peluang perbaikan yang dapat ditindaklanjuti oleh masing-masing fakultas dan program studi.

Selain pemaparan hasil, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi yang melibatkan Wakil Dekan bidang akademik, Sekretaris Pascasarjana, GPM, GKM, dan pengelola program studi. Melalui forum ini, peserta memberikan tanggapan, berbagi praktik baik, serta menyusun rekomendasi bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan UIN Walisongo.

Partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan sistem penjaminan mutu yang efektif. Sinergi antara LPM, fakultas, dan program studi diharapkan mampu menghasilkan tindak lanjut yang nyata sehingga hasil monitoring tidak berhenti sebagai laporan, tetapi menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, serta penyempurnaan layanan akademik.

Melalui penyelenggaraan Ekspose Hasil Monitoring dan Evaluasi ini, LPM UIN Walisongo kembali menegaskan komitmennya untuk membangun budaya mutu yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan (continuous quality improvement). Dengan memanfaatkan hasil evaluasi sebagai dasar pengambilan kebijakan, UIN Walisongo diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kepuasan mahasiswa, serta memastikan implementasi siklus PPEPP berjalan secara konsisten demi terwujudnya pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *