Semarang – UIN Walisongo Semarang resmi memulai langkah strategis menuju pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR) melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Perdana Tim QS WUR yang berlangsung pada Senin (25/5/2026) di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini menjadi momentum awal penyusunan roadmap dan strategi pengembangan institusi dalam rangka memperkuat daya saing di tingkat internasional.
Rapat dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. Imam Yahya, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa upaya mengikuti QS World University Rankings merupakan bagian dari transformasi UIN Walisongo menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul dan diakui secara global, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan keberlanjutan.
Menurut Prof. Imam Yahya, pencapaian reputasi internasional membutuhkan komitmen bersama seluruh sivitas akademika. Keberhasilan dalam pemeringkatan tidak hanya bergantung pada satu unit tertentu, melainkan memerlukan kolaborasi lintas fakultas, lembaga, dan unit kerja dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola institusi.
Rapat koordinasi dihadiri oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Dr. Saminanto, M.Sc., Kepala International Office, Kepala Pusat Akreditasi, Sertifikasi, dan Perangkingan sekaligus Ketua Tim QS WUR UIN Walisongo, Dr. Anila Umriana, M.Pd., beserta perwakilan berbagai unit strategis di lingkungan universitas.

Dalam pemaparannya, Dr. Anila Umriana menjelaskan bahwa penyusunan strategi QS WUR diawali dengan analisis terhadap kondisi aktual institusi, pemetaan potensi yang dimiliki, serta identifikasi aspek-aspek yang perlu diperkuat agar selaras dengan indikator penilaian QS World University Rankings.

Sejumlah program prioritas telah dirumuskan, di antaranya peningkatan Academic Reputation melalui penguatan kualitas pembelajaran, produktivitas riset, serta publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi internasional. Selain itu, perluasan kerja sama riset dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian luar negeri juga menjadi strategi penting untuk meningkatkan rekognisi akademik UIN Walisongo di tingkat global.

Di sisi lain, aspek Employer Reputation akan diperkuat melalui penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, pengembangan kemitraan bersama industri dan berbagai pemangku kepentingan, serta peningkatan kompetensi lulusan agar semakin kompetitif di pasar kerja nasional maupun internasional.

Upaya internasionalisasi juga menjadi fokus utama. Universitas menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa dan dosen internasional, pengembangan program pertukaran mahasiswa dan dosen, visiting professor, serta penyelenggaraan program akademik yang berwawasan global. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan akademik yang semakin inklusif dan memperluas jejaring internasional UIN Walisongo.

Selain penguatan tridarma dan internasionalisasi, pengelolaan data institusi menjadi perhatian khusus dalam strategi QS WUR. Seluruh unit didorong membangun sistem data yang terintegrasi, akurat, dan terdokumentasi dengan baik sehingga mampu mendukung proses pelaporan indikator pemeringkatan secara berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, Tim QS WUR akan menyusun rencana aksi yang memuat target kinerja, pembagian peran setiap unit, jadwal implementasi, serta mekanisme monitoring dan evaluasi berkala. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan setiap program berjalan secara terukur dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas institusi.

Melalui inisiatif ini, UIN Walisongo menegaskan komitmennya untuk membangun budaya mutu yang berkelanjutan sekaligus memperluas jejaring internasional. Keikutsertaan dalam QS World University Rankings tidak semata-mata ditujukan untuk memperoleh posisi dalam pemeringkatan dunia, tetapi juga sebagai instrumen percepatan peningkatan kualitas pendidikan tinggi Islam yang unggul, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan masyarakat global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *