UIN Walisongo Semarang melalui Lembaga Penjaminan Mutu UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan Simulasi Visitasi Lapangan ACQUIN pada tanggal 2–3 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Komputer PTIPD dan Laboratorium Komputer Fakultas Sains dan Teknologi (FST) ini merupakan bagian dari upaya intensif universitas dalam mempersiapkan 38 program studi yang akan mengikuti visitasi lapangan oleh lembaga akreditasi internasional ACQUIN pada bulan Juli 2026.

Simulasi ini dirancang untuk memberikan gambaran nyata mengenai proses asesmen lapangan yang akan dilakukan oleh asesor ACQUIN. Melalui kegiatan tersebut, seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat memahami alur visitasi, meningkatkan kesiapan dalam menjawab pertanyaan asesor, serta memastikan ketersediaan data dan dokumen pendukung yang dibutuhkan selama proses akreditasi internasional.

Kegiatan simulasi secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr.Musahadi, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya keseriusan seluruh peserta dalam mengikuti simulasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi visitasi yang sesungguhnya pada bulan Juli mendatang.

“Simulasi ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan yang masih ada. Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius dan mempersiapkan diri secara optimal agar saat visitasi lapangan berlangsung nanti, UIN Walisongo dapat menunjukkan kualitas terbaik yang dimiliki,” ujar Rektor.

Selama dua hari pelaksanaan, simulasi dibagi ke dalam beberapa sesi yang merepresentasikan kelompok-kelompok pemangku kepentingan yang akan diwawancarai oleh asesor ACQUIN. Pada hari pertama, Selasa (2/6/2026), kegiatan terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berupa simulasi wawancara dengan pimpinan universitas yang melibatkan rektor, para wakil rektor, dan ketua lembaga. Sesi kedua dilanjutkan dengan simulasi wawancara bersama kepala biro dan para kepala unit pelaksana teknis (UPT).

Sementara itu, pada hari kedua, Rabu (3/6/2026), simulasi dilaksanakan dalam tiga sesi. Sesi pertama menghadirkan mahasiswa dan alumni sebagai representasi pengguna layanan akademik. Sesi kedua melibatkan ketua program studi, sekretaris program studi, dan dosen. Adapun sesi ketiga diikuti oleh para dekan, wakil dekan, serta tim penjaminan mutu fakultas.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo, Dr.Saminanto,M.Sc. menyampaikan bahwa simulasi visitasi ACQUIN merupakan langkah strategis untuk menyamakan pemahaman seluruh unsur universitas terkait standar dan indikator yang akan dinilai oleh asesor internasional, sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap berbagai aspek yang masih perlu diperkuat sebelum visitasi pada Juli 2026. Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Akreditasi, Sertifikasi, dan Pemeringkatan UIN Walisongo, Dr.Anila Umriana,M.Pd. selaku koordinator teknis kegiatan, menjelaskan bahwa simulasi ini dirancang untuk menghadirkan suasana asesmen yang mendekati kondisi sebenarnya sehingga seluruh pihak yang terlibat dapat memahami mekanisme visitasi, meningkatkan kesiapan, serta menyelaraskan pemahaman mengenai mutu akademik, tata kelola, dan layanan pendukung yang akan dipresentasikan kepada asesor ACQUIN

Melalui penyelenggaraan simulasi visitasi ini, UIN Walisongo menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan budaya mutu dan meningkatkan pengakuan internasional terhadap kualitas pendidikan yang diselenggarakan. Dengan persiapan yang matang dan keterlibatan aktif seluruh sivitas akademika, universitas optimistis dapat menjalani proses visitasi ACQUIN pada Juli 2026 dengan hasil yang optimal.