SEMARANG – Walisongo Career Center (WCC) yang berada di bawah Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan Penguatan Walisongo Career Center pada Rabu, 21 Oktober 2026, bertempat di Ruang Sidang Senat, Gedung Rektorat Lantai 4 UIN Walisongo Semarang. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–16.00 WIB ini berfokus pada peningkatan ketercapaian Tracer Study 2026 serta penguatan peran career center dalam mengembangkan kewirausahaan mahasiswa dan alumni.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman di bidang pengembangan karier dan kewirausahaan. Sesi pertama disampaikan oleh Dr. Ahmad Ghozi, M.A., Ketua Career Development Center (CDC) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan materi Meningkatkan Ketercapaian Tracer Study 2026. Sesi kedua menghadirkan Nur Khotimah, M.Pd., Owner Huwa Fashion, yang membahas Penguatan Peran Career Center dalam Mengembangkan Kewirausahaan Mahasiswa dan Alumni.
Pada sesi pertama, Dr. Ahmad Ghozi, M.A., Ketua Career Development Center (CDC) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menyampaikan materi mengenai strategi meningkatkan ketercapaian Tracer Study 2026. Ia menekankan pentingnya penguatan sistem, optimalisasi sumber daya pengelola, serta kolaborasi dengan fakultas untuk mendorong peningkatan partisipasi alumni dalam pengisian Tracer Study.
Terdapat empat langkah strategis yang menjadi perhatian dalam penguatan pelaksanaan Tracer Study.
Pertama, mengembangkan sistem yang user-friendly. Sistem Tracer Study perlu dirancang agar mudah diakses, dipahami, dan digunakan oleh alumni. Kemudahan navigasi dan pengisian kuesioner menjadi faktor penting untuk menciptakan pengalaman pengguna yang baik sehingga alumni terdorong untuk berpartisipasi.
Kedua, memaksimalkan peran dan kinerja PIC Tracer Study. Person in Charge (PIC) Tracer Study perlu menjalankan perannya secara optimal melalui pemantauan partisipasi alumni, komunikasi dan tindak lanjut kepada responden, serta koordinasi yang berkelanjutan dengan pihak-pihak terkait. Optimalisasi peran PIC diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelacakan lulusan.
Ketiga, mengalokasikan waktu khusus untuk sosialisasi ke fakultas. Sosialisasi secara langsung kepada fakultas diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan seluruh pihak dalam pelaksanaan Tracer Study. Melalui koordinasi yang terencana, fakultas diharapkan dapat berperan aktif dalam membantu penyebaran informasi, mendorong partisipasi alumni, dan mendukung pencapaian target pengisian survei.
Keempat, memberikan akses sistem kepada pejabat terkait. Penyediaan akses bagi pejabat yang berkepentingan diperlukan untuk memudahkan pemantauan perkembangan pengisian Tracer Study serta pemanfaatan data sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan. Pengaturan akses perlu disesuaikan dengan kewenangan masing-masing serta memperhatikan keamanan dan kerahasiaan data.
Keempat langkah tersebut menjadi masukan penting bagi WCC UIN Walisongo Semarang dalam memperkuat tata kelola Tracer Study 2026. Melalui perbaikan sistem, optimalisasi kinerja PIC, penguatan sosialisasi di tingkat fakultas, serta perluasan akses informasi secara terukur, pelaksanaan Tracer Study diharapkan semakin efektif dan mampu menghasilkan data lulusan yang berkualitas untuk mendukung evaluasi serta peningkatan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Walisongo Career Center — Menghubungkan Potensi, Mengembangkan Karier, dan Menciptakan Peluang.
Sementara itu, sesi kedua menghadirkan Nur Khotimah, M.Pd., Owner Huwa Fashion, yang membahas penguatan peran career center dalam mengembangkan kewirausahaan mahasiswa dan alumni. Sesi ini menyoroti pentingnya memperluas orientasi pengembangan karier lulusan, tidak hanya pada kesiapan memasuki dunia kerja, tetapi juga pada kemampuan menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Dalam konteks perkembangan ekonomi digital, mahasiswa dan alumni memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha dengan memanfaatkan kreativitas, keterampilan, serta teknologi digital. Berbagai ide dan proyek yang lahir selama masa perkuliahan dapat dikembangkan menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan perencanaan yang matang, strategi pemasaran yang tepat, dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar.
Pengembangan kewirausahaan perlu dimulai dari kemampuan mengenali potensi diri, mengidentifikasi permasalahan dan peluang di lingkungan sekitar, serta menentukan produk atau jasa yang memiliki nilai tambah. Selanjutnya, calon wirausahawan perlu membangun identitas merek (brand identity) yang kuat agar produknya memiliki karakter dan mampu membedakan diri dari kompetitor. Identitas merek tersebut dapat diperkuat melalui pemilihan nama usaha, desain visual, kualitas produk, serta konsistensi komunikasi dengan konsumen.
Selain pengembangan produk, pemanfaatan media digital menjadi aspek penting dalam memperluas jangkauan pemasaran. Media sosial dapat digunakan sebagai sarana membangun kesadaran merek (brand awareness), menyampaikan keunggulan produk, menjalin interaksi dengan calon konsumen, serta membangun kepercayaan pelanggan. Produksi konten yang kreatif dan relevan, didukung strategi pemasaran melalui influencer yang sesuai dengan karakteristik target pasar, dapat menjadi pendekatan untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing usaha.
Penguatan peran WCC dalam bidang kewirausahaan menjadi semakin relevan di tengah perubahan dunia kerja dan berkembangnya ekonomi digital. Career center tidak hanya diharapkan memfasilitasi mahasiswa dan alumni dalam memperoleh pekerjaan, tetapi juga mendorong mereka untuk menciptakan peluang usaha, mengembangkan kemandirian ekonomi, dan membangun bisnis yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, WCC UIN Walisongo Semarang diharapkan semakin optimal dalam menjalankan perannya sebagai pusat pengembangan karier mahasiswa dan alumni. Penguatan tata kelola Tracer Study serta pengembangan program kewirausahaan menjadi dua langkah strategis yang saling melengkapi dalam mendukung peningkatan kualitas lulusan dan memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan merumuskan langkah tindak lanjut bagi pengembangan layanan WCC yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa serta alumni UIN Walisongo Semarang.


