Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo Semarang kembali menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 1.0 LAMGAMA sesi ketiga pada Jumat (30/10/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Senat, Lantai 4 Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang dan diikuti oleh sembilan program studi dari jenjang sarjana, magister, dan doktor yang dijadwalkan melaksanakan reakreditasi pada tahun 2027.
Bimtek sesi ketiga ini secara khusus membahas Kriteria 3: Budaya Mutu, yang mencakup indikator Masukan, Proses, Luaran, dan Dampak. Kriteria ini menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian akreditasi karena menggambarkan komitmen dan konsistensi program studi dalam membangun serta mengimplementasikan budaya mutu secara berkelanjutan.
Kegiatan menghadirkan narasumber Kepala Pusat Akreditasi dan Sertifikasi LPM UIN Walisongo Semarang, Dr. Anila Umriana, M.Pd. Pelaksanaan bimtek dipandu oleh Sekretaris LPM, Dr. Mulyatun, M.Sc.
Dalam pemaparannya, Dr. Anila Umriana menekankan pentingnya pemahaman program studi terhadap substansi Kriteria Budaya Mutu, terutama dalam mengidentifikasi dan menyajikan bukti-bukti implementasi penjaminan mutu yang mencakup aspek masukan, proses, luaran, hingga dampak. Program studi tidak hanya dituntut memiliki sistem dan dokumen penjaminan mutu, tetapi juga mampu menunjukkan pelaksanaan, evaluasi, tindak lanjut, serta dampak nyata dari budaya mutu terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Budaya mutu juga menjadi salah satu kriteria strategis dalam instrumen akreditasi LAMGAMA dan berkaitan dengan pemenuhan persyaratan perlu untuk memperoleh peringkat akreditasi Unggul. Oleh karena itu, program studi perlu memastikan bahwa sistem penjaminan mutu tidak berhenti pada pemenuhan dokumen administratif, melainkan telah menjadi bagian dari tata kelola dan praktik akademik yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.
Bimtek sesi ketiga ini merupakan rangkaian kegiatan pendampingan penyusunan IAPS 1.0 LAMGAMA yang telah dilaksanakan selama tiga pekan berturut-turut. Pada dua sesi sebelumnya, peserta telah mendapatkan pendampingan penyusunan Kriteria 1 dan Kriteria 2. Melalui kegiatan berkelanjutan ini, LPM UIN Walisongo berupaya memperkuat kesiapan sembilan program studi dalam menghadapi proses reakreditasi tahun 2027.
Melalui rangkaian bimtek ini, diharapkan setiap program studi semakin memahami substansi instrumen IAPS 1.0 LAMGAMA serta mampu menyiapkan dokumen dan bukti kinerja secara sistematis, komprehensif, dan berbasis pada implementasi nyata. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen UIN Walisongo Semarang dalam memperkuat budaya mutu dan meningkatkan kualitas akademik secara berkelanjutan.
