Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Borang Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 1.0 LAMGAMA pada Selasa (13/10/2026), bertempat di Ruang Sidang Lantai IV Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan reakreditasi sembilan program studi yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027.
Kegiatan menghadirkan narasumber Dr. A. Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag., asesor LAMGAMA sekaligus dosen UIN Walisongo Semarang. Bimtek dibuka oleh Ketua LPM UIN Walisongo Semarang, Dr. Saminanto, S.Pd., M.Sc., dan dihadiri oleh para Wakil Dekan I, Wakil Direktur Pascasarjana, ketua dan sekretaris program studi, serta tim task force dari sembilan program studi peserta pendampingan.
Dalam sambutannya, Ketua LPM UIN Walisongo Semarang, Dr. Saminanto, S.Pd., M.Sc., menekankan pentingnya persiapan akreditasi yang dilakukan secara terencana, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
Sesi pertama bimtek difokuskan pada pengenalan instrumen IAPS 1.0 LAMGAMA dan pembahasan Kriteria 1: Diferensiasi Misi. Materi ini menjadi landasan awal bagi program studi untuk memahami struktur instrumen, arah penilaian akreditasi, serta pentingnya merumuskan dan menunjukkan kekhasan misi program studi melalui dokumen dan bukti dukung yang relevan.
Kepala Pusat Akreditasi dan Sertifikasi LPM UIN Walisongo Semarang sekaligus penanggung jawab kegiatan, Dr. Anila Umriana, M.Pd., menjelaskan bahwa bimtek dirancang dalam empat sesi selama empat minggu, dengan pelaksanaan satu kali setiap minggu.
“Pendampingan ini kami rancang secara bertahap agar program studi memiliki pemahaman yang utuh terhadap setiap kriteria dalam IAPS 1.0 LAMGAMA. Setelah pengenalan instrumen dan pembahasan Diferensiasi Misi pada sesi pertama, kegiatan akan dilanjutkan dengan Kriteria 2: Akuntabilitas, Kriteria 3: Budaya Mutu, dan Kriteria 4: Relevansi. Dengan pola ini, setiap program studi diharapkan dapat menyiapkan dokumen dan bukti dukung secara lebih fokus, terarah, dan sesuai dengan tuntutan instrumen,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan pimpinan fakultas, pengelola program studi, dan tim task force menjadi faktor penting dalam keberhasilan persiapan akreditasi. Sinergi antarunsur tersebut diperlukan agar data, dokumen, dan bukti kinerja yang disajikan konsisten serta mencerminkan kondisi nyata penyelenggaraan program studi.
Melalui rangkaian bimtek ini, LPM UIN Walisongo Semarang berkomitmen memperkuat kesiapan sembilan program studi dalam menghadapi reakreditasi tahun 2027. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya mutu yang berkelanjutan, meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan, dan memperkuat keunggulan program studi di lingkungan UIN Walisongo Semarang.

