UIN Walisongo Semarang terus memperkuat upaya peningkatan reputasi akademik dan visibilitas global perguruan tinggi melalui Bimbingan Teknis Pemeringkatan Internasional dengan tema “Membangun Academic Reputation dan Global Visibility Perguruan Tinggi dalam Pemeringkatan QS dan THE”, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Akreditasi, Sertifikasi, dan Pemeringkatan (ASP) LPM UIN Walisongo Semarang tersebut berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang. Bimbingan teknis menghadirkan Dr. Ir. Trio Yonathan Teja Kusuma, S.T., M.T., IPM., Kepala Pusat Pemeringkatan dan SDGs UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta Aan Nurdiyanto, S.T. selaku tim teknis sebagai narasumber.

Kegiatan dibuka oleh Ketua LPM UIN Walisongo Semarang, Dr. Saminanto, M.Sc. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya membangun strategi pemeringkatan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian posisi dalam ranking, tetapi juga sejalan dengan penguatan kualitas dan reputasi institusi.
Pemeringkatan internasional menjadi salah satu instrumen yang memberikan gambaran mengenai posisi dan visibilitas perguruan tinggi dalam lanskap pendidikan tinggi global. Oleh karena itu, pemahaman terhadap indikator, mekanisme, serta strategi pengelolaan data dan reputasi menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan institusi secara berkelanjutan.
Bimbingan teknis dipandu oleh Kepala Pusat Akreditasi, Sertifikasi, dan Pemeringkatan UIN Walisongo Semarang, Dr. Anila Umriana, M.Pd. Kegiatan ini menjadi forum pembelajaran dan diskusi bagi tim pemeringkatan UIN Walisongo untuk memperoleh perspektif dan pengalaman praktis terkait pengembangan strategi pemeringkatan internasional.
Dalam sesi yang disampaikan oleh Dr. Ir. Trio Yonathan Teja Kusuma, S.T., M.T., IPM. dan Aan Nurdiyanto, S.T., peserta mendapatkan penguatan mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR) dan Times Higher Education (THE), khususnya dalam membangun reputasi akademik serta meningkatkan global visibility perguruan tinggi.
Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai potensi penguatan data, jejaring akademik, reputasi institusi, serta aspek lain yang berkaitan dengan pemeringkatan internasional. Diskusi diarahkan pada bagaimana setiap unit dapat berkontribusi secara terintegrasi dalam mendukung peningkatan kinerja dan visibilitas UIN Walisongo di tingkat internasional.
Bimtek dihadiri oleh Tim Pemeringkatan UIN Walisongo yang berasal dari unsur Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), International Office, serta Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD).

Keterlibatan lintas unit tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pemeringkatan yang terintegrasi. Pemeringkatan internasional tidak hanya berkaitan dengan pengumpulan data, tetapi juga membutuhkan kolaborasi berbagai unit dalam penguatan reputasi akademik, jejaring internasional, produktivitas dan dampak penelitian, serta visibilitas institusi.
Melalui kegiatan ini, Pusat Akreditasi, Sertifikasi, dan Pemeringkatan UIN Walisongo Semarang berkomitmen memperkuat koordinasi dan sinergi lintas unit dalam mendukung strategi pemeringkatan internasional. Bimtek diharapkan menjadi langkah penguatan kapasitas tim sekaligus pijakan dalam menyusun strategi peningkatan academic reputation dan global visibility UIN Walisongo secara lebih terarah dan berkelanjutan.