{"id":1732,"date":"2021-03-22T10:37:04","date_gmt":"2021-03-22T03:37:04","guid":{"rendered":"http:\/\/lpm.walisongo.ac.id\/?p=1732"},"modified":"2021-03-22T11:06:20","modified_gmt":"2021-03-22T04:06:20","slug":"jelang-dies-natalis-lpm-ziarah-ke-makam-k-h-ahmad-dahlan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lpm.walisongo.ac.id\/?p=1732","title":{"rendered":"Jelang Dies Natalis, LPM Ziarah ke makam K.H Ahmad Dahlan"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/lpm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/IMG-20210322-WA0009.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1731\" src=\"http:\/\/lpm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/IMG-20210322-WA0009.jpg\" alt=\"\" width=\"908\" height=\"723\" srcset=\"https:\/\/lpm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/IMG-20210322-WA0009.jpg 908w, https:\/\/lpm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/IMG-20210322-WA0009-300x239.jpg 300w, https:\/\/lpm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/IMG-20210322-WA0009-768x612.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 908px) 100vw, 908px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Rombongan LPM UIN Walisongo, Rabu (17\/3) berziarah ke makam pendiri Muhammadiyah yang sekaligus sebagai salah satu pahlawan nasional, KH Ahmad Dahlan. Makam tersebut berlokasi di kompleks makam umum kampung Karangkajen RT 41 RW 11 Kelurahan Brontokusuman Mergangsan Yogjakarta. Makam tersebut tersebut berada di di tanah milik keraton sehingga penjaga makam harus abdi dalem keraton Yogjakarta. Letaknya persisi di belakang Masjid Jami\u2019 Karangkajen. Selain makam KH Ahmad Dahlan, di lokasi tersebut juga terdapat makam mantan Menteri Agama RI, Prof Fathurarahman.<\/p>\n<p>Selain Ketua LPM, rombongan ziarah ke makam KH Ahmad dahlan juga diikuti para kapus, sekretaris dan Tim LPM UIN Walisongo. Menurut Ketua LPM UIN Walisongo, A Hasan Asy\u2019ari Ulama\u2019i, ziarah tersebut selain untuk mendoakan para tokoh bangsa juga bagian dari peringatan Dies Natalis UIN Walisongo Semarang ke 51.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Ketua LPM menjelaskan, sebagaimana angka peringatan Dies yang ke 51, kegiatan ziarah tersebut dilakukan pada 51 makam ulama dan masyayikh yang tersebar di pulau Jawa, mulai dari bagian barat, Cirebon sampai dengan bagian timur, Madura. Dalam rangkaian kegiatan ziarah tersebut, selain ziarah ke makam KH Ahmad Dahlan, juga dilakukan ziarah ke makam pendiri NU, KH Hasyim Asy\u2019ari, KH Bisri Syamsuri, KH Wah Chasbullah, dan tokoh bangsa lainnya.<\/p>\n<p>Ditambahkan, kegiatan itu juga menjadi komitmen UIN Walisonngo untuk menjaga tradisi dan kearifan masyarakat.<br \/>\nZiarah ke makam para wali dan tokoh bangsa itu juga untuk mengingat semangat pendiri bangsa dalam mendirikan bangsa dan mengabdi kepada masyarakat. \u201cPara ulama terdahulu memberikan teladan dan contoh nyata bagaimana menjadikan Islam sebagai pondasi dalam membangun bangsa dan masyarakat\u201d, ujarnya.<\/p>\n<p>Dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah merupakan sebagian dari warisan besar para ulama di masa yang lalu. \u201dSetelah satu abad didirikan, NU dengan pesantren dan kekuatan budaya yang dimiliki serta Muhammadiyah dengan jarinngan di bidang pedidikan dan sosial terbukti dapat memberikan sumbangan besar untuk bangsa Indonesia,\u201d ungkapnya.<br \/>\nUsai berziarah ke makam KH Ahmad Dahlan, rombongan LPM UIN Walisongo melakukan silaturahmi dengan pengurus masjid Jogokariyan Yogjakarta. \u201cPengelolaan masjid Jogokariyan menjadi model masjid masa kini. Bagaimana masjid dikelola secara profesional dan memberikan manfaat tidak hanya untuk beribadah tetapi juga menjadi solusi bagi masalah yang dihadapi masyarat,\u201d terang Hasan Asy`ari. (An)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Rombongan LPM UIN Walisongo, Rabu (17\/3) berziarah ke makam pendiri Muhammadiyah yang sekaligus sebagai salah satu pahlawan nasional, KH Ahmad Dahlan. Makam tersebut berlokasi di kompleks makam umum kampung Karangkajen RT 41 RW 11 Kelurahan Brontokusuman Mergangsan Yogjakarta. Makam tersebut tersebut&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1732","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lpm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1732","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lpm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lpm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lpm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lpm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1732"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lpm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1732\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1755,"href":"https:\/\/lpm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1732\/revisions\/1755"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lpm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1732"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lpm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1732"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lpm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1732"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}