Semarang (14/7) – UIN Walisongo Semarang telah menyelesaikan visitasi lapangan (site visit) akreditasi internasional oleh ACQUIN (The Institute for Accreditation, Certification and Quality Assurance) untuk Klaster 3 pada 13–14 Juli 2026. Visitasi ini merupakan bagian dari asesmen terhadap 38 program studi yang diajukan UIN Walisongo untuk memperoleh akreditasi internasional.

Selama dua hari, tim asesor ACQUIN melaksanakan proses review melalui enam sesi asesmen yang meliputi University Management, Faculty and Programme Management, Administration Staff, Students and Alumni, Academic Staff, serta Feedback and Concluding Meeting. Asesmen difokuskan pada evaluasi tata kelola universitas, implementasi tridarma perguruan tinggi, kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), sistem penjaminan mutu, internasionalisasi, serta layanan pendukung sesuai European Standards and Guidelines (ESG).

Sebanyak 13 program studi dari enam fakultas mengikuti asesmen Klaster 3, yaitu Program Studi Ilmu Politik, Sosiologi, Psikologi, Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Ilmu Falak jenjang Sarjana dan Magister, serta Tasawuf dan Psikoterapi.

Keunggulan proses asesmen ACQUIN terletak pada keterlibatan pakar internasional yang menilai setiap program studi sesuai bidang keilmuannya. Tim asesor terdiri atas Prof. Dr. Jagannath Panda (University of Warsaw, Poland) untuk Ilmu Politik, Dr. Azar Mirzaei (Kyoto University, Jepang) untuk Sosiologi, Prof. Dr. Demis Basso (Free University of Bozen, Italia) untuk Psikologi, Prof. Dr. Madya Hamidun bin Bunawan (Universiti Kebangsaan Malaysia) untuk Biologi, Prof. Dr. Jack Holbrook (University of Tartu) untuk Pendidikan Fisika, Prof. Dr. Vanessa Kind (University of Leeds, Inggris) untuk Pendidikan Kimia, Assoc. Prof. Dr. Ineta Helmane (University of Latvia) untuk Pendidikan Matematika dan PGMI, Prof. Dr. Bas Aarts (University College London, Inggris) untuk Pendidikan Bahasa Inggris, Prof. Dr. Valerie Sollars (University of Malta) untuk PIAUD, Prof. Dr. Sa’adan Man (University of Malaya, Malaysia) untuk Ilmu Falak, serta Prof. Dr. G. Hussein Rassool (Charles Sturt University CISAC, Australia) untuk Tasawuf dan Psikoterapi. Asesmen juga melibatkan Sabine Gothe (Skygate GmbH, Jerman) sebagai perwakilan praktisi profesional dan Elisa Garcia Knief (Leibniz University Hannover, Jerman) sebagai perwakilan mahasiswa.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo, Dr. Saminanto, M.Sc., menyampaikan bahwa visitasi ACQUIN merupakan bagian dari upaya membangun budaya mutu yang berkelanjutan melalui evaluasi berbasis peer review. Menurutnya, masukan dari para pakar internasional menjadi bahan yang sangat berharga untuk meningkatkan kualitas tata kelola, pembelajaran, penelitian, dan layanan akademik.

Sementara itu, Kepala Pusat Akreditasi, Sertifikasi, dan Pemeringkatan LPM UIN Walisongo, Dr. Anila Umriana, M.Pd., selaku koordinator visitasi menjelaskan bahwa seluruh tahapan telah dipersiapkan secara terintegrasi, mulai dari penyusunan Self Assesment Report (SAR), pendampingan program studi, simulasi asesmen, hingga koordinasi teknis selama pelaksanaan visitasi. Ia menambahkan bahwa kolaborasi yang baik antara LPM, fakultas, program studi, dan unit pendukung menjadi kunci kelancaran setiap sesi asesmen.

Melalui pelaksanaan visitasi Klaster 3, UIN Walisongo kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem penjaminan mutu, meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi, serta memperluas rekognisi internasional melalui implementasi standar mutu yang diakui secara global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *